Kami punya 6 tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday144
mod_vvisit_counterYesterday453
mod_vvisit_counterThis Week1618
mod_vvisit_counterLast week2402
mod_vvisit_counterThis month8710
Kami punya: 6 tamu online
Your IP: 38.107.179.216
 , 
Today: Feb 23, 2012


Pemerintah Bahrain Kian Represif, Rakyat Lanjutkan Unjuk Rasa
Ditulis oleh Dhiswantoro   
Minggu, 13 November 2011 22:33

Rakyat Bahrain kembali melanjutkan aksi protes menentang dinasti Khalifa. Parademonstran Sabtu (12/11/2011) turun ke jalan meneriakkan slogan-slogan menentang rezim dan sekutunya, termasuk Arab Saudi atas penindasan terhadap perlawanan rakyat yang meletus sejak Februari lalu.

 

Di desa timur Ma'ameer, pasukan rezim Manama yang dibantu tentara Perisai Jazeera menyerbu sebuah rumah dan menahan seorang anak laki-laki. Sementara itu, seorang gadis remaja kembali ditahan meskipun kondisi kesehatannya memburuk. Ashwaq al-Magabi yang masih berusia 17 tahun adalah penderita anemia yang termasuk dalam puluhan perempuan yang ditahan pasukan Bahrain pada bulan Oktober lalu.

Tindakan keras terhadap demonstran damai Manama memicu kecaman public internasional. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyatakan keprihatinan mendalam dan menyerukan pembebasan semua tahanan politik yang ditahan rezim Khalifa.

Sejak kebangkitan rakyat Bahrain meletus pada pertengahan Februari lalu hingga kini, lebih dari 40 warga Bahrain tewas dan ribuan lainnya terluka maupun ditangkap. Puluhan ribu warga juga kehilangan pekerjaannya akibat bergabung dengan aksi unjuk rasa anti-pemerintah Khalifa.

Rakyat Bahrain menyerukan reformasi politik dan turunnya dinasti Khalifa yang didukung AS. Pihak keamanan Bahrain yang didukung tentara Saudi menyerang demonstran damai dengan peluru, gas air mata dan meriam air. Ratusan orang, termasuk petugas medis, pengacara dan blogger, juga ditahan karena berpartisipasi dalam protes jalanan yang mengekspresikan dukungan terhadap oposisi.

Aktivis hak asasi manusia mengungkapkan bahwa dokter dan perawat Bahrain ditahan, disiksa, atau hilang karena mereka membantu mengobati orang-orang yang menentang otoritas Bahrain. Rezim Bahrain juga menjatuhkan hukuman berat dan penjara yang lama terhadap para aktivis. Dilaporkan, beberapa di antara mereka disiksa saat berada dalam penjara.

Nabeel Rajab, ketua pusat HAM Bahrain menyatakan bahwa pemerintah rezim Khalifa menyediakan tempat khusus penyiksaan bagi para tahanan. Ditambahkannya, lebih dari 50 persen warga Bahrain yang ditangkap dalam beberapa pekan terakhir ini dibawa ke rumah sakit akibat kejamnya penyiksaan rezim Manama. Pasukan Arab Saudi dan Bahrain secara brutal memberangus gerakan unjuk rasa damai rakyat yang menuntut keadilan di negaranya sendiri.(irb/PH/rim)

 
Tema artikel apa saja yg perlu kami sajikan ?
 

Donasi Pemberdayaan Yatim

Banner