Kami punya 9 tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday144
mod_vvisit_counterYesterday453
mod_vvisit_counterThis Week1618
mod_vvisit_counterLast week2402
mod_vvisit_counterThis month8710
Kami punya: 9 tamu online
Your IP: 38.107.179.216
 , 
Today: Feb 23, 2012


Polusi Udara dan Stress Bisa Picu Diabetes
Senin, 28 November 2011 23:03

Kita mengetahuai sebelumnya bahwa diabetes itu dipicu oleh pola makan dan faktor genetik. Namun sebuah penelitian menemukan fakta baru bahwa polusi udara dan stress bisa menjadi faktor lain.

 

Para ilmuwan yang tergabung dalam sebuah penelitian dari Denmark menyebutkan bahwa polusi udara yang biasa dijumpai di daerah perkotaan tak hanya menyebabkan masalah pernapasan, namun juga memicu risiko diabetes.

Para peneliti menemukan orang yang tinggal di daerah kota dengan tingginya kadar nitrogen dioksida yakni, senyawa kimia yang ditemukan pada asap knalpot kendaraan, yang kemungkinan menjadi penyebab orang berisiko terdiagnosa diabetes hingga 4% dibandingkan dengan orang yang tinggal di daerah berudara bersih.

Peneliti dari Denmark melakukan penelitian dengan melihat data yang diambil pada sekitar 52.000 masyarakat berusia 50-65 tahun yang tinggal di dua kota terbesar di Demmark. Selama lebih 1 dekade, sekitar 3.000 orang (5,5 persen) terdiagnosa diabetes untuk pertama kalinya.

Hasil penelitian menjelaskan bahwa orang-orang yang terkena diabetes akibat polusi udara kebanyakan pria berusia tua, kelebihan berat badan dan perokok aktif atau mantan perokok. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam journal Diabetes Care juga mengungkapkan polusi udara berdampak lebih besar pada orang-orang yang lebih sehat, dimana risiko diabetes sekitar 10-12% menyerang pada orang yang aktif dan tidak merokok.

Michael Brauer dari University of British Columbia, Canada mengungkapkan bahwa polusi udara memiliki efek yang sama dengan asap rokok di pembuluh darah.

Brauer menjelaskan bahwa partikel-partikel polusi udara cukup kecil untuk masuk ke dalam aliran darah, yang berkontribusi pada peradangan di seluruh tubuh. Peradangan, pada gilirannya, dapat menyebabkan peningkatan risiko serangan jantung, stroke, gagal jantung dan sejumlah penyakit kronis termasuk diabetes dan asma. Peneliti ini tidak serta hanya menyalahkan polusi udara sebagai penyebab risiko diabetes. Namun, faktor-faktor lain yang kerap dialami orang kota, seperti tingkat kemapanan dan stres bisa menjadi pemicunya.(rim/Tg/ini)

 
Tema artikel apa saja yg perlu kami sajikan ?
 

Donasi Pemberdayaan Yatim

Banner