Kami punya 7 tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday366
mod_vvisit_counterYesterday212
mod_vvisit_counterThis Week366
mod_vvisit_counterLast week1722
mod_vvisit_counterThis month9528
Kami punya: 7 tamu online
Your IP: 38.107.179.220
 , 
Today: May 27, 2012


Keluarga Yang Sehat dan Agama (bag.ke 18)

Metode pendidikan yang diterapkan oleh orang tua kepada anaknya tanpa diragukan lagi sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan pola adaptasi mereka. Para antropolog dan psikolog berkeyakinan bahwa akar penyimpangan karakter dan sosial seorang anak bersumber dari metode pendidikan yang salah.

 

Minimnya pengetahuan orang tua akan metode pendidikan yang benar berdampak pada lahirnya berbagai masalah, khususnya bagi hubungan orang tua dengan anaknya. Dan hal ini juga akan mengarahkan mereka pada penyimpangan. Sebagaimana yang pernah kami singgung pada acara sebelumnya, yaitu sebagian keluarga menerapkan metode ekstra ketat dalam mendidik putra-putri mereka, sedangkan sebagian lain, menerapkan metode tidak ketat dan lebih memilih jalan toleransi.

Kedua metode ini tidak berimbang dan berdampak negatif bagi sang anak. Berbeda dengan metode pendidikan ideal yang memiliki ciri dan kriteria positif. Kriteria ini merupakan jaminan bagi pengembangan bakat dan kapasitas anak-anak.

Salah satu kriteria penting metode pendidikan ideal adalah berpikiran positif terhadap anak-anak. Positif thinking ini akan melahirkan interaksi baik antara orang tua dengan anaknya. Interaksi baik ini dapat diwujudkan dengan memberi dukungan moral dan mencium kening mereka. Rasa wibawa akan tumbuh dalam diri mereka lewat hubungan mesra dan hangat. Di antara tanda-tanda interaksi baik dengan anak adalah bersikap lembut dan ramah, menjauhi kata-kata negatif, serta menjaga tutur kata.

Dalam sejarah kita membaca bagaimana bentuk interaksi Rasul Saw dan Keluarganya sa dengan anak-anak. Disamping memiliki pandangan positif terhadap anak-anak, Ahlul Bait sa juga menciptakan nuansa dan lingkungan yang sehat bagi mereka. Rasul Saw selalu memuliakan dan menyayangi anak-anak, mereka diperlakukan dengan lembut serta jauh dari prasangka buruk. Rasul Saw bersabda, "Muliakanlah anak-anak kalian, dan didiklah mereka dengan baik." Imam Ali kw juga sangat menekankan agar kebaikan seseorang selalu disebut dan diingat. Imam Ali kw berkata, "Memperbanyak menyebut kebaikan seseorang, akan mendorong orang lain untuk berbuat baik."

Dalam keluarga ideal, anak-anak menjauhi perbuatan menyimpang bukan karena mereka takut kepada orang tuanya. Akan tetapi semata menjaga pranata dan norma-norma yang berlaku di keluarga serta masyarakat. Ketika anak-anak ini melakukan kesalahan, mereka tidak akan mengalami goncangan psikologis, karena yakin orang tuanya secepat mungkin akan membimbing dan mengarahkan mereka, juga akan membantu mengatasi masalahnya.

Seorang remaja putri berusia 16 tahun mengisahkan ketenangan jiwanya yang diperoleh dalam keluarga, ia berkata, "Orang tua saya memiliki ciri istimewa, yaitu mereka selalu mendengar pendapat dan keluhan saya. Mereka sangat mengerti akan kemandirian saya, serta hidup mandiri di masa mendatang. Setiap kali saya mengemukakan ide dan rencana kedepan kepada orang tua, mereka selalu menyimak dengan baik, bahkan terkadang mereka menjelaskan sisi positif dan negatif rencana saya. Terkadang mereka juga mempercayakan saya untuk mencoba tantangan baru, tapi ketika jelas-jelas saya melakukan kesalahan, dengan sergap mereka akan menjelaskan penyebabnya. Pola interaksi kedua orang tua saya telah memberi rasa ketenangan jiwa bagi saya."

Hasil penelitian yang dilakukan terhadap keluarga ideal menunjukkan bahwa anak-anak dalam keluarga tersebut lebih maju dalam pendidikan, bahkan mereka selalu memperoleh nilai tinggi. Mereka sangat kreatif dan antusias untuk mengetahui sesuatu. Hal ini dikarenakan adanya keselarasan antara perkembangan mental, moral, dan sosial dalam diri anak-anak. Penelitian juga membuktikan bahwa adanya hubungan erat antara metode pendidikan ideal dengan kemajuan akademis anak-anak. Hasil riset yang dilakukan terhadap 288 orang ibu dan anak membuktikan bahwa pendidikan ideal turut meningkatkan motivasi belajar anak-anak.

Kriteria lain metode pendidikan ideal adalah adanya perilaku lunak dan rasional dalam hubungan orang tua dengan anaknya. Para orang tua sukses mengakui bahwa perilaku lunak dan toleran merupakan jalan rasional dalam menyelesaikan polemik dengan anak. Terkadang orang tua secara sepihak memaksakan keinginannya, sikap ini akan mengajarkan anak-anak untuk selalu mengalah dan merasa rendah. Saat orang tua marah terhadap anaknya, mereka dapat meluapkan rasa marahnya dengan cara yang wajar dan tidak emosional, sehingga tidak merusak hubungannya dengan anak. Orang tua sukses selalu berupaya untuk memaafkan kesalahan anak-anaknya. Hal ini disamping menanamkan jiwa pemaaf kepada mereka, juga menyadarkan mereka untuk tidak menaruh dendam.

Orang tua dalam keluarga ideal tidak akan menerima kekurangan yang dilakukan oleh anaknya dalam setiap aktivitas, tetapi mereka juga tidak akan memarahi anaknya karena kekurangan tersebut. Karena orang tua tidak hanya melihat sisi kekurangan, tapi juga memperhatikan segala kelebihan yang ada pada anaknya. Kritikan terhadap anaknya juga akan disampaikan dengan cara yang adil dan lembut. Dengan kata lain, orang tua menggunakan sisi kelebihan anaknya demi mengatasi kekurangan mereka.

Islam juga menganjurkan kita untuk memilih jalan tengah dalam hubungan keluarga, khususnya hubungan orang tua dengan anak. Dalam pandangan Islam, anak-anak merupakan amanah dan titipan Allah SWT, dan keluarga bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan, pendidikan, dan kebahagiaan mereka. Orang tua bahkan tidak punya hak untuk menerapkan pola pendidikan ekstra ketat tidak pada tempatnya, karena hal ini akan menghalangi perkembangan dan kesempurnaan mereka, atau bahkan menyebabkan penyimpangan. Orang tua juga tidak punya hak untuk memberikan kebebasan mutlak kepada anaknya, atau bersikap toleransi hingga membiarkan mereka untuk berbuat sesuai kehendaknya.

Allah Swt dalam surat at-Tahrim ayat 6 berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu."

Menurut pendapat para mufassir, yang dimaksud dengan "menjaga keluarga dari api neraka" adalah mengajarkan dan mendidik mereka dengan benar, serta menjaga lingkungan keluarga agar terhindar dari pencemaran dan penyimpangan.

Tahap ini perlu dilestarikan sepanjang kehidupan khususnya mengenai pendidikan anak-anak. Sebab, jika anak-anak dibiarkan bebas tanpa kontrol orang tua, maka dengan sendirinya mereka akan menyimpang dari prinsip moral dan pendidikan. Namun disamping itu, jika terlalu memperketat kontrol terhadap mereka dan tidak memberi peluang gerak, maka suatu saat mereka akan bangkit menentang orang tuanya. Orang tua harus memantau dan mengawasi anaknya sesuai dengan karakter mental dan jiwa mereka. Dengan cara ini, mereka akan tumbuh berkembang dengan penuh cinta dan kasih sayang. (irb/prs)

 
Tema artikel apa saja yg perlu kami sajikan ?
 

Donasi Pemberdayaan Yatim

Banner