Kami punya 7 tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday367
mod_vvisit_counterYesterday212
mod_vvisit_counterThis Week367
mod_vvisit_counterLast week1722
mod_vvisit_counterThis month9529
Kami punya: 7 tamu online
Your IP: 38.107.179.220
 , 
Today: May 27, 2012


Masjid dan Makam Kramat Empang; Wisata Religi di Bogor
Ditulis oleh Dhiswantoro   
Kamis, 11 Agustus 2011 02:01

Masjid An-Nur yang terletak di kawasan Empang atau lebih dikenal dengan sebutan Masjid Keramat Empang pada setiap Ramadan selalu menjadi pusat wisata religi di Kota Bogor.

 

Pimpinan Masjid Keramat Empang, Habib Hasan Al-'Atthas, Rabu, di Bogor mengatakan, sejak lama kawasan Empang menjadi pusat wisata religi di Kota Bogor yang banyak dikunjungi warga dari sekitar maupun luar daerah. "Masjid Keramat Empang merupakan salah satu masjid tertua di Bogor. Usianya lebih dari satu abad," kata Habib Hasan Al-'Atthas.

Pada masa silam, terang Habib Hasan, Masjid Keramat Empang dikenal sebagai pusat penyebaran ajaran Islam di Kota Bogor dan sekitarnya, karena itu warisan sejarah tersebut selalu menjadi pesona bagi wisatawan religi. "Setiap hari-hari besar Islam, Masjid Keramat Empang selalu dibanjiri wisatawan religi yang datang dari berbagai daerah. Bahkan setiap hari Jumat, wisatawan religi selalu membanjiri Masjid Empang," kata Hasan. Oleh karena itu, tak heran bila pada Ramadhan Masjid Keramat Empang setiap hari selalu menggeliat dengan banyaknya wisatawan religi yang berkunjung. "Setiap malam sepanjang Ramadan banyak pengunjung yang berziarah. Sebagian ada yang beriktikaf," ujar Habib Hasan Al-'Atthas.

Ledakan kunjungan para wisatawan religi ke Masjid Keramat Empang terjadi pada malam tanggal 21 Ramadan. Pada malam tersebut, Masjid Empang memiliki tradisi likuran. Tradisi likuran ditandai dengan ziarah berjamaah selepas salat Ashar, dzikiran, buka puasa bersama, salat maghrib hingga Isya dan Tarawih bersama.

Untuk menjamu ribuan jamaaah yang datang, pihak panitia biasanya menjamu dengan menyediakan menu kuliner khas Empang, yakni nasi kebuli alias nasi yang dicampur dengan daging kambing. Nasi kebuli tersebut biasanya dimakan bersama-sama secara lesehan. Tingginya frekuensi kunjungan wisatawan religi ke Masjid Keramat Empang membuat kawasan setempat berubah menjadi pusat perdagangan kuliner khas Arab dan pernak-pernik ibadah, yaitu buah kurma, air zamzam, tasbih, siwak, kitab-kitab hingga perlengkapan salat.(MI/irb/prs)

 
Tema artikel apa saja yg perlu kami sajikan ?
 

Donasi Pemberdayaan Yatim

Banner