Kami punya 7 tamu online
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday367
mod_vvisit_counterYesterday212
mod_vvisit_counterThis Week367
mod_vvisit_counterLast week1722
mod_vvisit_counterThis month9529
Kami punya: 7 tamu online
Your IP: 38.107.179.216
 , 
Today: May 27, 2012


Mengenal Agama Islam bag.4

Dalam pembahasan mengenal Tuhan dan tauhid, pertanyaan ini sering timbul: bagaimana kita bisa mengenal Tuhan yang Esa sedangkan Tuhan itu tidak dapat dilihat?

 

Newton, cendekiawan abad ketujuh, menciptakan alat tatasurya dengan menggunakan peluru kecil dan besar. Peluru ini diikatkannya pada seutas tali sehingga dapat bergerak dengan teratur, seperti gerakan planet dalam tatasurya. Satu hari seorang sahabat Newton yang tidak percaya kepada Tuhan, datang ke rumahnya dan melihat alat yang dibuat oleh Newton.

Dengan rasa takjub dia bertanya: Siapakah yang mencipta alat ini? Newton menjawab: Tidak ada siapapun juga membuatnya. Alat ini ada dengan sendirinya. Rekannya berkata, "Mana mungkin? Pencipta alat ini tentunya seorang yang genius."

Newton berkata, "Alat ini merupakan miniatur tatasurya. Anda menyebutkan bahwa alat kecil ini memiliki pencipta yang genius. Oleh yang demikian bagaimana Anda percaya bahwa dunia yang sedemikian agung dan indah, muncul dengan sendirinya."

Rekan Newton sadar dari kelalaiannya dengan argumentasi ini.Ya, jalan termudah dan terbaik mengenal Tuhan ialah dengan meneliti alam ini. Al-Quran mengingatkan bahwa penciptaan makhluk dan seluruh alam ini adalah bukti dan tanda keberadaan Tuhan. Al-Quran menyeru manusia untuk meneliti hakikat dan melihat manifestasi penciptaan dan memikirkannya, sehingga ia akan merasakan keberadaan Sang Pencipta yang maha besar serta menyakini akan kekuatan dan keagungan-Nya yang tidak terbatas.

Allah Swt dalam ayat 43 surah Nuur berfirman:

"Tidakkah kalian melihat bahwa Allah menggiring awan, kemudian mengumpulkan bagian-bagiannya, lalu menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan yang keluar dari celah-celahnya, dan Allah juga menurunkan butiran-butiran es dari langit, yaitu dari gumpalan-gumpalan awan seperti gunung, maka ditimpakan Nya butiran-butiran es itu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan dari siapa yang dikehendakiNya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan."

Di mana saja Anda melihat keteraturan, ia menjadi bukti akan wujudnya Sang Pengatur. Semakin rumit dan telitinya sebuah sistem, kian terbuktilah betapa bijaksana Tuhan yang mengaturnya. Menurut pandangan para cendikiawan, di dalam seluruh alam, terdapat sebuah sistem yang mengaturnya. Dalam susunan tatasurya, planet Markurius, Venus, Bumi, Mars dan seterusnya, bergerak memutari matahari dalam lingkungan yang telah ditetapkan.

Bagaimana pergerakan dan jarak planet ini, berkaitan erat dengan kehidupan di atas muka bumi dan keseimbangan serta ketelitian sedemikian rupa, sehingga andainya berlaku sebarang ketidak teraturan dalam gerakan planet dengan matahari, maka ia akan membahayakan kehidupan di atas muka bumi. Salah seorang cendikiawan selepas melakukan penelitian atas fenomena alam semesta, dengan merasa takjub menyatakan bahawa seluruh butir atau tetesan salju yang berguguran dari langit berbentuk persegi enam atau hexagonal dengan semua sisinya yang sama.

Lihatlah dunia hewani! Sarang lebah berbentuk sedemikian rupa. Ia memiliki laluan atau lorong di celah-celahnya dan rumah-rumah lebah terletak di sekitar laluan tersebut. Jarak antara rumah-rumah ini keseluruhannya adalah 11 milimeter dan tidak pernah berubah sama sekali, bahkan sudah dibuktikan jika jarak ini dilanggar, maka madu tidak akan tercipta atau lebah tidak lagi mampu untuk hidup di situ.

Marilah kita renungkan struktur diri manusia. Bagian-bagian yang membentuk wujud diri manusia sedemikian rapi dan ditetapkan berdasarkan kepada program yang teliti. Setiap bagiannya terletak di tempat yang khusus. Misalnya mata, retina dan berbagai selaputnya, sedemikian tepat dan halus, yang menunjukkan bahwa Sang Penciptanya memiliki pengetahuan yang tak terbatas dalam ilmu fisika dan yang berhubungan dengan pantulan cahaya dan lensa.

Dengan merenung lebih mendalam, kita akan dapat melihat bahwa masuknya makanan ke dalam lambung juga memiliki aturan yang khusus dan rapi. Sebagai contoh, makanan masuk lewat empat jalan, mulut, tenggorokan, kerongkongan dan lubang hidung. Makanan hanya masuk ke dalam lambung lewat kerongkongan. Untuk proses ini, ketika makanan telah di kunyah, ujung lidah terlekat di langit mulut dan menutup jalan keluar makanan. Lidah di bagian belakang, menutup lubang hidung. Manakala pintu bagian atas tenggorokan yang dipanggil epiglot menutup laluan tenggorokan. Dalam hal ini hanya pintu kerongkongan saja yang terbuka dan bersedia menerima makanan.

Ini adalah contoh bahwa ribuan fenomena yang menakjubkan yang dapat dilihat mata, menunjukkan adanya pencipta yang membuat dan mengaturnya. Ketika kita bertanya siapakah Pencipta ini, kita akan menyebutkan bahwa Dia adalah Tuhan.(ind/irb/prs

 
Tema artikel apa saja yg perlu kami sajikan ?
 

Donasi Pemberdayaan Yatim

Banner